Thursday, March 21, 2013

TEMUKAN, DIMANAPUN..



Ingatkah ketika masa kecil dulu banyak hal2 menyenangkan yang kita lakukan, almost semuanya tentang permainan, dimanapun dan dalam kondisi apapun, bermain adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan anak kecil, walaupun ketika sedang berada di sekolah yang seharusnya adalah sebuah tempat yang “ serius “ untuk belajar, tapi selalu ada momen yang bisa dimanfaatkan untuk bermain, even itu hanya 10 menitan , yaitu waktu yang diberikan untuk istirahat, kalo gw sih dulu jaman sd, istirahatnya dari jam 10.10 – 10.30..dua puluh menit…!! Tapi dalam waktu yang sesingkat itu biasanya banyak kegiatan yang bisa dilakukan, rentetannya lebihkurang seperti ini, ke kantin,beli sesuatu untuk dimakan, makan sembari jalan muter2 sekolah, ngumpul dgn beberapa teman ,mulai permainan yg telah disepakati seketika itu, tiap hari biasanya beda2, kadang main petak umpet atau kalau di tempat gw namanya “ mancik – mancik “, mancik = tikus, gw juga ga tau pasti  kenapa permainan semenyenangkan itu ( di masanya ) bisa dinamai memakai nama binatang yang gw paling geli ngeliatnya ( setidaknya  dgn memakai kata “geli” bisa membuat gw terdengar lebih macho daripada kata “ takut “, :p ) , mungkin karena konsep permainannya yang sembunyi2 gitu kali ya, sebagaimana kebiasaan tikus, termasuk tikus berdasi,  #eaaa. Ataupun permainan tradisional lainnya, sperti kelereng, gangsing, ataupun cuma sekedar main adu suit 3 jari…:)

Poinnya  adalah betapa ketika itu kita menganggap kehidupan ini  sangat menyenangkan, penuh dengan permainan, persahabatan, dan keyakinan. Keyakinan apa..?? keyakinan untuk menjadi apa yang kita inginkan..!! seperti yang gw baca dalam buku” kreatif sampai mati “, ditulis oleh  wahyu aditya, waktu itu menjadi narasumber di program tv yg gw handle , dan ngasih bukunya yang ternyata keren bgt, disitu dia mengatakan betapa waktu kecil dulu kita punya keyakinan yang besar, sperti ketika ingin menjadi superman, cukup dengan mengambil sarung dan kemudian mengikatkannya ke leher , dan bergaya layaknya superman, dan jadilah kita superman yang super keren ( menurut kita ) dan ga peduli gimana pendapat orang lain.
Keyakinan itu juga yang membuat kita cendrung memiliki kreatifitas yang tingi ketika kecil, dan semakin menghilang ketika beranjak dewasa, dikarenakan banyak nya hal2 “ pengganggu “ yang ada di sekitar kita, baik berupa pemikiran, keseragaman yang diajarkan di sekolah, dimana setiap jawaban sudah ditentukan dalam 3 atau 4 pilihan berupa soal alphabet, dan hanya 1 jawaban yang benar, atau maksimal 3 yang benar, karena pilihan ke 4 adalah jawaban a,b dan c benar.. -___-, tidak ada ruang untuak berkreasi…adapun di soal essay jawabannya juga harus sesuai yang ada di buku..!! atau  hal2 realistis lainnya dan money oriented, yang bahkan bisa membuat orang mau melakukan apa aja asalkan ada uangnya..!!! sampai ngebunuh orang… ckck....gw aja ngebunuh perasaan susah..!!    #krikk….krikk…krik….

Efeknya apa..?? ketika keyakinan terhadap apa yang kita inginkan itu sudah semakin terkikis di saat kita memasuki usia dewasa, maka yang terjadi adalah, kita secara perlahan tapi pasti membunuh “ passion “ kita sendiri, beralih ke dunia yang lebih realistis, maka bermunculanlah para sarjana pencari jabatan, misalnya berlomba2 menjadi pegawai negeri, bahkan ada semacam barometer kesuksesan dimana menjadi seorang  pns adalah puncak tertinggi nya, biasanya ini terjadi di daerah2, termasuk daerah gw sendiri, pokoknya kalau udah jadi pns, nyari istri mah gampang, tinggal sebutin kerjaan sebagai pns, maka sang calon mertua akan langsung acc..!!! hahaha… ga gitu2 bgt juga sih, tapi masih banyak yang berpola fikir seperti itu.
Padahal belum tentu itu adalah pekerjaan sebenarnya yang mereka inginkan, buktinya apa..?? banyak boss, berapa kali lo denger berita pns mangkir, pns bolos, pns kelayapan di jam kerja…?? Apakah itu bisa dikatakan mereka menyukainya..?! gini deh sederhananya, seperti ketika lagi nonton klub bola kesayangan , apakah kita mau untuk ninggalin itu dan milih buat kelayapan di luar atau malah samasekali ga idupin tv buat liatnya..?? ga mungkin, jangankan buat kelayapan, buat ke kamar mandi untuk buang air kecil aja dibela2in buat dithan2 dulu sampai half time. Karena kita suka, ga mau lewatin setiap momen yang ada, padahal besoknya bisa aja liat hasilnya di berita tv, atau di youtube, but it’s all about love something meen…where you can’t leave it even just for a while…. ( uhukk..uhukk.. -__- ).. nah ini yang ga mereka miliki.

Gw sih bukannya sentiment ama pns ya, sodara gw juga ada yang pns, dan gw sendiri pernah berkeinginan menjadi pns, mencoba berkali2, namun gagal, dan belakangan gw menyadari kalo ternyata itu adalah petunjuk yang diberikan Allah agar gw jangan menjauh dari apa yang sebenarnya gw inginkan. Pns juga banyak yang berbakti, yang berprestasi, yang benar2 bisa menjadi “ pelayan “ masyarakat sebagaimana khitahnya yang sebenarnya, karena apa..?? karena mungkin bisa saja emang pekerjaan seperti itu yang mereka  inginkan, seperti pasangan jokowi – ahok saat ini di Jakarta ( setidaknya sampai saat ini ), jadi bukan hanya mengharapkan uang dan jaminan masa depan nya aja.

Jadi yang salah bukan menjadi pns nya, tapi alasan “ kenapa mau menjadi  “ nya, kalau emang ga suka dengan pekerjaan yang selalu berkutat dibalik meja danmengurusi file setiap hari, ya jangan milih kerja kantoran, kalau ga mau mengurusi masalh birokrasi yang berbelit2 dan melayani masyarakat yg pola pemikiran nya berbeda2 ya jangan jadi  pns.. serahkan pekerjaan itu pada orang yang punya keinginan untuk mengerjakan hal itu, biar mereka bisa maksimal melakukannya, jangan ambil lahan mereka, cari apa yang benar2 kita inginkan. 

Sekadar berbagi nih ya, sekitar 2 minggu yang lalu gw ketemu  teman masa sekolah di pesantren dulu, lama ga ketemu ternyata sekarang menjadi seorang wartawan di sebuah harian online, sebelumnya dia juga menjadi contributor dari sebuah tv local di Jakarta. Padahal sebelumnya dia kuliah di jurusan psikologi, dia bercerita gimana sekarang dia benar2 enjoy dengan kerjaannya walupun mesti tiap hari panas2an nyari berita dan bahkan disuruh kerja ketika hari libur,yaa..walaupun disertai umpatan di awalnya, haha… tapi semua dilakukan dengan enjoy. Dia bercerita sebelumnya juga sempat mencoba bekerja sebagai orang kantoran, yang bekerja dibalik meja dan mengurusi setumpuk file, tau berapa lama dia bertahan ? sehari..!!! ya Cuma sehari kerja, setelah itu dia ga pernah lagi masuk kerja, karena ngerasa bukan pekerjaan seperti itu yang dia inginkan. Ada juga seorang teman yang bercerita tentang temannya yang sempat jadi pns di dinas social di salah satu daerah, dan memutuskan untuk resign sebagai pns karena ga tahan dengan situasi kerja yang tidak kondusif, serta terjadi praktek korupsi dimana2 hingga udah menjadi hal yang biasa, akhirnya dia kembali ke “habitat “ nya menjadi seorang pekerja media, sekarang dia bekerja di salah satu tv nasional, tv hiburan terbaik sejauh ini di Indonesia ( you know lah ) ;). 

Nahh.. sekarang pilihannya ada pada diri kita sendiri, apakah masih mau menjadi orang lain dengan pekerjaan yang kita lakukan sekarang , trus tersiksa dengan pekerjaan sendiri, ini juga sebenarnya yang tengah terjadi dalam pemerintahan indonesia, banyak yang megang sesuatu yang ga sesuai dgn keahliannya, hingga banyak system yang kacau… ehemmm…  bukankah nabi Muhammad juga pernah mengatakan serahkan lah segala sesuatunya pada ahlinya… ?? kalau emang kita ga bisa dan ga suka , kenapa msti dipaksain, diluar sana, mungkin banyak yang lebihmenyukai apa yang kita lakukan sekarang…. atau mau mencoba sesuatu yang benar2 kita inginkan dan meninggalkan semua ke bullshit an itu, seperti layaknya superman yang tersiksa di planetnya sendiri, krypton, dan pindah ke bumi hingga menjadi super hero terkuat, atau harry potter yang tersiksa di rumahnya sendiri hingga memutuskan untuk masuk ke hogward dan menjadi sangat keren disana ( kreatif sampai mati, hal.7 ).  

Karena bagaimanapun bekerja dengan passion itu jauh lebih menyenangkan dan bikin nagih, apalagi di zaman seperti sekarang,..  ketika hal hal yang dulu nya dianggap aneh sudah mulai diterima oleh masyarakat (yang positif nya ya ), ketika semakin bervariasinya jurusan2 dan mata pelajaran / kuliah di sekolah dan kampus2, serta fasilitas2 pendukung yang semakin lengkap, atau ketika semakin banyaknya jenis pekerjaan yang bisa menghargai lebih hal2 yang dulu nya dianggap sepele… seperti penjual keripik, sepatu ataupun tas buatan sendiri danbukan dari produk ternama dengan mempromosikan nya di jejaring social hingga menghasilkan omset yang ga kalah dari para pekerja kantoran yang udah dipastikan dpt uang perbulannya dengan gaji mereka ….. masih kah kita harus berpolafikir  tradisional dan memilih sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita..??

 Kembalikan kepede an masa kecil itu,  Segera temukan apa yang kita inginkan, bisa jadi yang diinginkan itu emang sesuai dengan basic pendidikan, ataupun ga ada hubungan nya sama sekali… bodo amat, yang penting yakin bisa dan punya keinginan yang besar & mau belajar trus… ketika udah dapat, itulah yang disebut dengan “ berkarya “ bukan bekerja, karena kita melakukannya dengan hati, dengan perasaan , dengan cinta...  <3 .. hehe.  Gw udah merasakannya dalam beberapa tahun terakhir, walaupun gw mengkategorikan diri sendiri terlambat untuk menyadari apa yang gw inginkan, karena baru menyadari itu ketika tamat kuliah, udah keburu bejenggot ( ini ga ada hubungannya sih, -__-  ) namun seperti kata orang bijak “ tak pernah ada kata terlambat “.  So… Segera temukan dunia kita sendiri ..ga bisa di ingkungan sendiri cari di lingkungan lain, dimanapun itu…superman dan harry potter did it very well  :)

Happy hunting..!!! B-)

#special buat teman2*sma yang mau milih2 jurusan buat kuliah…. Jangan sampai asal2an ya milihnya.                                                                                        
    *(biar terdengar masih abege, *__* )